Monday, December 22, 2014
PUISI RENTETAN SAMAR ILAHI
Renungan-renungan berkelabu
Memanusiakan siapapun
hasrat yang
melayang
Walau arah tergelantung
Dititian puncakNya
Hanya mampu berengkarnasi dengan samar
Jiwa terbang
Angan menggelegat
Wajah seakan berlari menelusuri
Sudut-sudut peristiwa
Jeritan ..
Kepiluan . ..
Tabiat . .
Dan selaksa . .
Beriamajinasi dalam bingkai-bingkai asa.
Ijinkan ini menjadi harapan
Putus asa dalam beban hidup
Tak mampu lagi menyeimbangi logikaku
terus berlari . .
walau jiwa masih saja menghampiri
biar kuterkam manis jiwa
agar tak ada lagi sakit dan putus asa
biarkan nyawa jadi pengingat
biarkan sanubari berteriak histeris
biarkan derita tertawa menggelegarr
biarkan bahagia hanya duduk terhimpit
di rentetan bangku=bangku kosong
tak mampu menahan jiwa ini lagi!!!
Terlalu naïf untuk disodorkan
Jadikan hanya iman yang mengetahui
Karena aku ingin
Imanku menjadi titik Ilahi.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment